Perjuangan Pengembalian Irian Barat Dari Belanda Dengan Cara Diplomasi
Ya kembali lagi bersama saya Nurul Faidzin, seorang Admin yang tamvan dan baik hati yang selalui rutin membagikan ilmu-ilmu bermanfaat yang pastinya terpercaya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Proses Pengembalian Irian Barat Melalui Jalan Diplomasi.
Irian Barat adalah sebuah pulau yang sangat kaya baik kaya akan materinya maupun secara budaya. Pulau yang sangat kaya ini dulu pernah menjadi rebutan antara Indonesia dengan Belanda. Loh kok Belanda mau rebut kembali sih pulau papua? Bukankah kita sudah merdeka? Ya, pada awal kemerdekaan Indonesia, Belanda masih ngotot untuk menduduki Indonesia. Meski mendapat kecaman dari dunia luar, tetapi Belanda tidak mau melepaskan begitu saja negara kaya ini. Hal ini terjadi bukan lain karena adanya bos mereka yang selalu mendukung penuh, yakni Amerika Serikat. Meski PBB selaku organisasi perdamaian dunia mencoba menyelesaikan pertengkaran tersebut, tetapi Amerika salah satu anggota tetap PBB selalu memveto keputusan PBB. Jadi mau gimana lagi?
Kembali ke topik, karena kita tidak akan membahas itu, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pun dengan berbagai syarat yang tercantum dalam Konferensi Meja Bundar (KMB), salah satunya mengakui Indonesia dalam bentuk negara RIS (Republik Indonesia Serikat). Selain itu Belanda juga mencantumkan bahwa masalah Irian Barat ini akan dibahas 1 tahun lagi.
Nah, cara pertama yang dilakukan adalah dengan cara damai dalam menyelesaikan persengketaan ini. Perjuangan tersebut dilakukan dengan perundingan. Jalan diplomasi ini sudah dimulai sejak kabinet Natsir (1950) yang selanjutnya dijadikan program oleh setiap kabinet. Meskipun selalu mengalami kegagalan sebab Belanda masih menguasai Irian Barat bahkan secara sepihak memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Kerajaan Belanda. Perjuangan secara diplomasi ditempuh dengan 2 tahap, yaitu:
Upaya melalui forum PBB pun tidak berhasil karena mereka menganggap masalah Irian Barat merupakan masalah intern antara Indonesia-Belanda. Negara-negara barat masih tetap mendukung posisi Belanda. Indonesia justru mendapat dukungan dari negara-negara peserta KAA di Bandung yang mengakui bahwa Irian Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan republik Indonesia. Karena dengan berdiplomasi gagal maka Indonesia melakukan dengan cara Konfrontasi, dan akan saya bahas pada kesempatan yang akan datang.
Nah itu dia guys. Belanda emang seneng banget menjajah Indonesia ya. Mungkin karena Indonesia ini sangat kaya, jadi sebagai generasi muda kita harus mempunyai semangat nasionalis yang tinggi agar negara tercinta ini tidak sampai terjajah kembali. Sekian semoga dapat menambah wawasan kalian guys ("_*).
![]() |
| Sidang KMB 23 Agustus - 2 November 1949. Sumber: Wikipedia |
Irian Barat adalah sebuah pulau yang sangat kaya baik kaya akan materinya maupun secara budaya. Pulau yang sangat kaya ini dulu pernah menjadi rebutan antara Indonesia dengan Belanda. Loh kok Belanda mau rebut kembali sih pulau papua? Bukankah kita sudah merdeka? Ya, pada awal kemerdekaan Indonesia, Belanda masih ngotot untuk menduduki Indonesia. Meski mendapat kecaman dari dunia luar, tetapi Belanda tidak mau melepaskan begitu saja negara kaya ini. Hal ini terjadi bukan lain karena adanya bos mereka yang selalu mendukung penuh, yakni Amerika Serikat. Meski PBB selaku organisasi perdamaian dunia mencoba menyelesaikan pertengkaran tersebut, tetapi Amerika salah satu anggota tetap PBB selalu memveto keputusan PBB. Jadi mau gimana lagi?
Kembali ke topik, karena kita tidak akan membahas itu, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pun dengan berbagai syarat yang tercantum dalam Konferensi Meja Bundar (KMB), salah satunya mengakui Indonesia dalam bentuk negara RIS (Republik Indonesia Serikat). Selain itu Belanda juga mencantumkan bahwa masalah Irian Barat ini akan dibahas 1 tahun lagi.
Nah, cara pertama yang dilakukan adalah dengan cara damai dalam menyelesaikan persengketaan ini. Perjuangan tersebut dilakukan dengan perundingan. Jalan diplomasi ini sudah dimulai sejak kabinet Natsir (1950) yang selanjutnya dijadikan program oleh setiap kabinet. Meskipun selalu mengalami kegagalan sebab Belanda masih menguasai Irian Barat bahkan secara sepihak memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Kerajaan Belanda. Perjuangan secara diplomasi ditempuh dengan 2 tahap, yaitu:
1. Secara bilateral, melalui perundingan dengan belanda.Berdasarkan perjanjian KMB masalah Irian Barat akan diselesaikan melalui perundingan, setahun setelah pengakuan kedaulatan. Pihak Indonesia menganggap bahwa Belanda akan menyerahkan Irian Barat pada waktu yang telah ditentukan. Sementara Belanda mengartikan perjanjian KMB tersebut bahwa Irian Barat hanya akan dibicarakan sebatas perundingan saja, bukan diserahkan. Berdasarkan alasan tersebut maka Belanda mempunyai alasan untuk tetap menguasai Indonesia. Akhirnya perundingan dengan Belanda inipun mengalami kegagalan.
2. Diplomasi dalam forum PBBYaitu dengan membawa masalah Indonesia-Belanda ke sidang PBB. Dilakukan sejak Kabinet Ali Sastroamijoyo I, Burhanuddin Harahap, hingga Ali Sastroamijoyo II. (Baca juga Program-Program Kabinet Pada Masa Demokrasi Terpimpin (Liberal) )
Upaya melalui forum PBB pun tidak berhasil karena mereka menganggap masalah Irian Barat merupakan masalah intern antara Indonesia-Belanda. Negara-negara barat masih tetap mendukung posisi Belanda. Indonesia justru mendapat dukungan dari negara-negara peserta KAA di Bandung yang mengakui bahwa Irian Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan republik Indonesia. Karena dengan berdiplomasi gagal maka Indonesia melakukan dengan cara Konfrontasi, dan akan saya bahas pada kesempatan yang akan datang.
Nah itu dia guys. Belanda emang seneng banget menjajah Indonesia ya. Mungkin karena Indonesia ini sangat kaya, jadi sebagai generasi muda kita harus mempunyai semangat nasionalis yang tinggi agar negara tercinta ini tidak sampai terjajah kembali. Sekian semoga dapat menambah wawasan kalian guys ("_*).

